Kegiatan Orang Tua dan Anak (9-12 Bulan)
Tayangan iklan yang menampilkan anak-anak bayi selalu memikat. Barangkali, anda juga ikut gemas melihat bayi merangkak mondar-mandir, atau berjalan dengan kikuk di sekeliling rumah, kemudian berusaha menari-nari di depan televisi. Tenang, apabila anda adalah orang tua dari bayi yang sudah memasuki tahapan usia ini, tayangan iklan itu akan menjadi tontonan anda sehari-hari. Di usia ini, rata-rata bayi sudah mulai menjadi petualang mini dengan merangkak ke sana ke mari. Kegiatan bayi 9-12 bulan pun semakin kompleks dimana anda juga bisa mulai memberikan makanan padat untuk bayi.
Ia, misalnya, mulai gemar menumpuk balok, serta mengeluarkan dan memasukkan benda sampai ia bosan sendiri. Kemampuan interaksinya semakin berkembang, dan kegiatan orang tua dan bayi bermain bersama semakin terasa menyenangkan. Temani ia makan roti, bermain alat musik (gendang kecil atau xylophone umumnya disenangi bayi), dan ajari ia memanjat dengan menumpuk beberapa bantal. Untuk membantunya belajar berjalan, anda juga bisa membelikannya alat bantu seperti kereta dorong bayi, ajarkan anak berdiri sambil menggenggam pegangan kereta, dan melangkahkan kaki tanpa harus takut terjatuh. Kegiatan menggambar juga mulai bisa dilakukan pada usia ini untuk meningkatkan ketrampilan anak. Belikan krayon atau pensil warna yang bebas racun dan biarkan bayi berkreasi sesukanya. Atau juga, pancing bayi untuk mencari anda berdasarkan sumber suara. Berjongkoklah di balik kursi, dan panggil namanya. Munculkan kepala anda untuk merangsang ketertarikannya. Tidak hanya stimulasi suara, dengan cara ini, bayi pun belajar memoles kemampuan koordinasinya dengan berjalan dan berbelok ke arah anda. Bicara soal koordinasi berjalan (atau merangkak, jika bayi anda masih dalam tahapan ini), anda dapat merancang jalur, tempatkan beberapa penghalang (bantal, kotak) dan tuntun ia berjalan atau merangkak melewati penghalang-penghalang tersebut (jangan mengharapkan hasil yang sempurna – bisa-bisa, anak anda lebih tertarik bermain dengan penghalang). Kemudian, biarkan ia melihat aktivitas anda. Bayi senang meniru, karena itulah cara ia belajar. Pada tahap ini, sedikit demi sedikit, anda perlu menahan rasa ingin membantu dalam setiap hal yang ia lakukan, demi melatih kemandiriannya.



